Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

3 Nama Jenderal Purn Calon Kuat Menko Polkam, Sosok Paling Berpeluang Gantikan Posisi Budi Gunawan

3 Nama Jenderal
Shoppe Mall

3 Nama Jenderal Mengintip Bursa Pengganti Budi Gunawan:  Purn Berpeluang

Kabar Binjai 3 Nama Jenderal Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Budi Gunawan dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Posisi itu dibiarkan kosong secara definitif untuk sementara, sementara Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, ditunjuk sebagai ad interim. Sementara publik dan sejumlah pengamat mulai berspekulasi siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti definitif. Berikut tiga nama jenderal purn yang muncul kuat sebagai kandidat.


1. 3 Nama Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin (Jenderal TNI Purn)

Kelebihan

Posisi sementara: Sudah ditunjuk sebagai Menko Polkam ad interim, sehingga sudah berada dalam pusaran tugas dan koordinasi.

Shoppe Mall

Rekam jejak militer dan administratif: Sebagai mantan pejabat pertahanan, memiliki pemahaman dalam isu keamanan dalam negeri dan hubungan sipil‐militer. Ini penting bagi seorang Menko Polkam yang harus mengoordinasikan antar kementerian/lembaga di bidang politik dan keamanan.

Kenal struktur kerja pemerintahan: Karena tugas sementara, ia sudah mulai meresapi bagaimana interaksi antar lembaga berjalan, yang meminimalisir kurva belajar jika diangkat definitif.

Pastikan Pilkada 2024 Berlangsung Jurdil, Budi Gunawan Tunjuk Tito Karnavian Pimpin Desk Pilkada

Baca Juga: Nama Pinka Masuk Radar DPD Jateng Ketua DPC PDI-P Purworejo Rekomendasi Resmi Keluar dari DPP

3 Nama Jenderal Kekurangan / tantangan

Merangkap tugas sebagai Menhan (jika tetap) bisa menjadi beban ganda, tergantung batas tanggung jawab dan siklus kerja kementerian terkait.

Jika publik atau partai politik mengharapkan figur yang lebih “netral” atau dari latar belakang polisi atau intelektual keamanan, calon militer bisa dinilai terlalu “cenderung pertahanan”.

Harus menunjukkan performa konkret selama masa ad interim agar bisa meyakinkan Presiden dan pemangku kepentingan bahwa layak definitif.

Potensi

Sjafrie punya peluang sangat nyata. Karena sudah mengisi sementara, tinggal bagaimana Presiden menilai performanya — apakah mampu menjaga stabilitas, menyatukan koordinasi antar lembaga, komunikasi publik, dan meredam potensi konflik politik/keamanan yang muncul.


2. Yusril Ihza Mahendra

Nama Yusril muncul dalam pemberitaan sebagai salah satu calon kuat pengganti Budi Gunawan.

Kelebihan

perundang-undangan, serta diplomasi. Dia pernah menjabat sebagai Menko Kumham (Koordinasi Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan) Imipas.

Jaringan luas: Karena latar belakang akademik, advokasi, dan hubungan dengan berbagai partai serta kalangan pemerintah/lembaga hukum, ia bisa menjadi jembatan antara keperluan politik, hukum, HAM, dan keamanan sipil.

Kekurangan / tantangan

Perlu dukungan politik kuat karena jabatan Menko Polkam sangat sentral dan sering menjadi ujung tombak kebijakan keamanan & politik yang bisa kontroversial.

Potensi

Yusril berpotensi menjadi pilihan “jembatan” antara citra sipil & hukum dan kebutuhan keamanan negara. Jika Presiden menginginkan seorang Menko Polkam yang bisa menjaga keseimbangan antara pluralitas politik dan penegakan hukum, Yusril bisa sangat relevan.


3.3 Nama Jenderal Tito Karnavian (Jenderal Polisi Purn)

Kelebihan

Pengalaman keamanan dan birokrasi tinggi: Tito Karnavian pernah menjadi Kapolri, dan dengan berbagai peran keamanan dalam negeri, serta sekarang menjabat Menteri Dalam Negeri.

Pengetahuan lapangan: Dia sudah terbiasa menangani isu keamanan, konflik sipil, kerusuhan, pengelolaan keamanan lokal, aspek regulasi, koordinasi antar lembaga keamanan dan pemerintahan daerah.

Beban politik: karena posisinya di pemerintahan dalam negeri sangat politis, ia juga akan menghadapi ekspektasi yang tinggi, dan kritik jika koordinasi keamanan‐politik tidak stabil.

Jika ada kekhawatiran konflik kepentingan antara tugas keamanan & tugas sipil, Tito harus menjaga keseimbangan agar tidak terlalu “bersandar ke pendekatan polisi keamanan.”

Potensi

Tito adalah kandidat kuat, terutama jika Presiden ingin figur dengan pengalaman keamanan yang jelas, kemampuan manajerial besar, dan bisa menangani masalah sinergi keamanan‐politik antar lembaga serta daerah. Nama Tito selalu masuk daftar pengamat sebagai opsi yang realistis.


3 Nama Jenderal Penilaian Kriteria Kunci

Agar bisa menjadi Menko Polkam yang efektif, beberapa kriteria yang kemungkinan besar jadi pertimbangan utama:

Kriteria Penjelasan
Pengalaman keamanan / militer / kepolisian Karena tugas koordinasi politik dan keamanan sangat erat kaitannya keamanan nasional, masalah dalam negeri, aparat keamanan.
Kompetensi sipil & hukum/politik Selain keamanan fisik, isu HAM, hukum, politik juga harus ditangani ‒ perlu figur yang memahami regulasi, diplomasi, serta aspek politik antar lembaga.
Kedekatan politik / kepercayaan Presiden Kalkulasi politik sangat menentukan.
Kemampuan komunikasi publik & koordinasi antar lembaga Karena Menko Polkam sering menjadi ujung tombak dalam situasi krisis, diperlukan figur yang bisa cepat merespon, menjaga citra, menjaga stabilitas.
Resistensi terhadap kritik / latar belakang bersih Mengingat posisi ini sangat tersorot, figur yang punya reputasi baik dan sedikit masalah integritas akan lebih aman menjadi pilihan.

Kesimpulan

Dari tiga nama yang paling sering muncul:

Sjafrie Sjamsoeddin: sangat mungkin jika Presiden mengutamakan kesinambungan & kecepatan dalam transisi karena dia sudah ad interim.

Tito Karnavian: kalau prioritasnya pengalaman keamanan, kepolisian, rekam jejak konkret, dan figur yang sudah terbiasa menangani masalah keamanan domestik.

 Kita tinggal menunggu pengumuman resmi — bisa saja ada nama lain yang muncul “surprise”.

Shoppe Mall