1. Stiker Barcode Parkir Dari Berlangganan ke Konvensional
Kabar Binjai – Stiker Barcode Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melalui media sosial mengumumkan bahwa sistem parkir berlangganan dengan stiker barcode “sudah tidak berlaku lagi” Akibatnya, parkir tepi jalan revert ke sistem konvensional, di mana tarif sesuai Perda Kota Medan No. 1 Tahun 2024 dikenakan langsung oleh jukir: Rp 3.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat
Namun demikian, pengguna yang stiker barcodenya masih aktif tetap dapat memanfaatkannya sampai masa aktif satu tahun sejak pembelian habis
Baca Juga: Tampang Dwi Hartono Pernah Bermitra dengan Hotman Paris, Otak Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
2. Suara Wali Kota: Beban APBD Bukan Alasan Ubah Aturan
Wali Kota Medan, Rico Waas, sebelumnya telah menegaskan bahwa stiker yang dibeli sejak 1 Juli 2024 tetap berlaku hingga paling cepat 1 Juli 2025,
3. Perspektif Cerita Warga: Nyaman atau Bikin Ribet?
Berikut salah satu komentar warganet di Reddit (indonesia) yang mencerminkan situasi di lapangan:
Di Medan juga sekarang ada parkir berlangganan 130rb/tahun … biasanya jukir langsung pergi setelah liat stiker, ada juga yang marah‑marah tetap maksa minta 2000 bahkan 3000″
4. Stiker Barcode Parkir Mengapa Kebijakan Berubah, Apa Dampaknya Bagi Warga?
Dampak bagi Warga
Pengguna dengan stiker aktif: Tetap bisa pakai hingga masa berakhir, tapi perlu sadar dan siap kalau situasi berubah tiba‑tiba.
Pengguna tanpa stiker: Kembali membayar parkir tunai setiap kali, seperti dulu.
5. Stiker Barcode Parkir Pola Baru yang Mungkin Muncul: Dari Eksperimental ke Permanen?
Potensi regulasi baru akan membentuk sistem parkir kota yang lebih berkelanjutan, transparan, dan berdasarkan kajian nyata
6. Inti yang Perlu Kamu Tahu
| Poin Utama | Keterangan |
|---|---|
| Status saat ini | Program berlangganan dihentikan, tapi stiker aktif masih berlaku |
| Penertiban | Stiker tidak aktif dicopot oleh petugas |
| Sistem parkir | Kembali ke sistem konvensional resmi, tarif berdasarkan Perda No.1/2024 |
| Regulasi baru | Sedang disusun dengan dialog lebih luas antara pemkot dan warga |
Stiker Barcode Parkir dengan “Sentuhan Baru”
Rubrik: “Parkir Medan Pasca-BarCode: Revitalisasi Atau Mundur?”
Eksplorasi efek sosial ekonomi dari dua rezim—berlangganan vs tunai.
Opini: adilkah pengguna dengan stiker berhak tetap menikmati manfaat, sementara generasi baru warga sudah tak bisa?
Cerita Warga: “Dari Harap Hemat ke Harap Jelas”
Dampak psikologis dan kebutuhan transparansi.
Sudut Akademisi: “Analisis Kebijakan Parkir di Era Digital”
Bandingan kota lain yang berhasil dengan sistem berlangganan.
Rekomendasi teknis regulasi parkir hybrid.






