SOSOK Ria Norsan dalam Sorotan KPK
Kabar Binjai – SOSOK Ria Norsan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat ini menjadi sorotan intens Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah. Serangkaian pemeriksaan dan penyelidikan telah dilakukan oleh KPK untuk mendalami perannya saat menjabat sebagai Bupati Mempawah periode 2009–2018
Proyek Jalan, Negara Dirugikan Rp 40 Miliar
KPK menduga proyek pembangunan jalan di Mempawah semasa Ria Norsan menjabat sebagai bupati telah merugikan negara sebesar Rp 40 miliar. Dalam pemeriksaan pada Kamis, 21 Agustus 2025, penyidik menggali tentang mekanisme pengadaan, pengusulan dana, hingga keterlibatan figur-figur politik di balik proyek tersebut
Dari Saksi, Mungkin Jadi Tersangka?
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa pemeriksaan Ria Norsan adalah bagian dari upaya menggali informasi. KPK juga melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terhadap beberapa pihak terkait. Jika bukti cukup, statusnya dapat ditingkatkan menjadi tersangka
Baca Juga: Stiker Barcode Parkir Berlangganan Tak Berlaku Lagi di Medan, Begini Kata Kadishub
Belum Ada Penetapan Tersangka untuk Ria Norsan
Meski kasus semakin mendalam, juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa hingga kini status Ria Norsan masih sebagai saksi.
Tak Hanya Jalan: Jejak Korupsi Lain Era Ria
Kasus ini bukan satu-satunya yang menyertai perjalanan politik Ria Norsan. Terdapat dugaan lain, yakni korupsi proyek BP2TD (Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat) tahun 2020, yang merugikan negara sekitar Rp 32 miliar.
Tekanan Publik dan Lambannya Proses Hukum
Sejumlah LSM dan organisasi masyarakat mengkritik lambannya penanganan kasus. Meski sudah ada laporan polisi yang mencantumkan nama Ria Norsan, penyidikan masih belum mencapai titik penyelesaian yang memuaskan publik.
Profil Singkat: Ria Norsan
Nama: Ria Norsan (lahir 17 Desember 1967, Singkawang)
Karier Politik:
Bupati Mempawah (2009–2018)
Wakil Gubernur Kalbar (2018–2023)
Gubernur Kalbar (mulai Februari 2025)
Perpindahan Partai:
Resmi bergabung dengan Gerindra sejak April 2025
Warna Publik dalam Media Sosial
Suara warganet tentang kasus-kasus seperti ini umumnya skeptis, mengungkap bahwa:
“Kalau pejabat yang jujur punya power buat nangkap? Koruptor ini bisa melemahkan KPK…”
Unggahan tersebut mencerminkan kegeraman dan frustrasi publik terhadap praktik korupsi yang terlanjur mengakar dalam sistem.
Ringkasan Singkat
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Status Ria Norsan | Pemeriksaan sebagai saksi, belum jadi tersangka |
| Proyek Ditinjau | Jalan Mempawah (Rp 40 miliar), BP2TD (Rp 32 miliar) |
| Indikasi Aliran Dana | Rp 18 miliar dari Erry Iriansyah ke Ria Norsan |
| Reaksi Publik & LSM | Kritik terhadap lambannya proses hukum dan potensi nepotisme politik |
| Karier Politik | Dari Bupati hingga Gubernur, dengan rekam jejak partai berganti-ganti |
Kesimpulan
Kasus yang membelit Ria Norsan bukan semata soal pemeriksaan—melainkan ujian bagi sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Publik kini menanti kejelasan: apakah hukum mampu menyasar aktor di balik kekuasaan lokal? Atau justru akan tertelan oleh dinamika politik dan lambannya prosedur?







