Dayah Babul Maghfirah Ternyata Dibakar, Pelaku Mengaku Sering Dibully Teman
Kabar Binjai – Dayah Babul Maghfirah Kabar mengejutkan datang dari Aceh Besar. Kebakaran yang melanda kompleks Dayah Babul Maghfirah, salah satu lembaga pendidikan Islam ternama di daerah tersebut, ternyata bukan disebabkan oleh korsleting listrik seperti dugaan awal. Setelah penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa kebakaran itu adalah unsur kesengajaan. Lebih mengejutkan lagi, pelakunya adalah salah satu santri yang menuntut ilmu di dayah tersebut.
Pengakuan pelaku kepada penyidik menyingkap sisi kelam kehidupan remaja di lingkungan pendidikan — ia mengaku nekat membakar dayah karena sering menjadi korban perundungan (bullying) dari teman-temannya.
Dari Korban Jadi Pelaku
Rasa sakit hati yang menumpuk akhirnya meledak dalam bentuk tindakan destruktif. Sayangnya, pelampiasan itu justru berakhir dengan kerugian besar bagi dayah dan trauma mendalam bagi seluruh santri.
Baca Juga: Sinergi Forkopimda Kunci Sukses Reformasi Hukum dan Birokrasi
Dayah Babul Maghfirah Bullying di Lingkungan Pendidikan: Luka yang Sering Diabaikan
Kasus ini membuka kembali perbincangan serius tentang praktik bullying yang masih kerap terjadi di lembaga pendidikan, termasuk di lingkungan dayah. Banyak yang menganggap ejekan dan “canda berlebihan” antar-santri sebagai hal biasa, padahal dampaknya bisa sangat berbahaya.
Perundungan tidak hanya melukai fisik, tetapi juga merusak harga diri dan kestabilan mental korban.
Refleksi untuk Dunia Pendidikan Dayah
Tragedi di Dayah Babul Maghfirah menjadi pelajaran penting bahwa pendidikan karakter dan pengawasan sosial harus berjalan seimbang dengan pengajaran ilmu agama. Guru, ustaz, dan pengurus dayah perlu memperkuat sistem pembinaan akhlak serta menciptakan ruang aman bagi santri untuk menyampaikan keluhan tanpa rasa takut.
Peran Orang Tua dan Masyarakat
Bullying tidak lahir dari ruang kosong. Ia sering kali mencerminkan budaya sosial yang kurang sensitif terhadap perbedaan dan perasaan orang lain.
Penutup: Dari Tragedi Menuju Kesadaran
Kasus pembakaran Dayah Babul Maghfirah memang menyedihkan, tetapi juga menjadi alarm bagi dunia pendidikan Islam di Aceh dan Indonesia secara umum. Tragedi ini bukan semata soal kebakaran bangunan, tetapi kebakaran moral dan psikologis yang terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Membangun dayah yang kuat tidak cukup dengan tembok yang kokoh, tetapi juga dengan hati yang saling memahami.











