Warga Diminta Waspada Banjir Susulan, Hujan Terus Guyur Aceh Singkil
Kabar Binjai — Warga Diminta Waspada Banjir Curah hujan tinggi yang mengguyur Aceh Singkil dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah wilayah di kabupaten tersebut kembali berada dalam kondisi siaga. Pemerintah daerah melalui BPBD Aceh Singkil mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat debit air sungai mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak awal pekan menyebabkan beberapa desa di daerah rawan banjir mengalami genangan, terutama wilayah yang berada di sekitar aliran Sungai Singkil, Sungai Lae Cinendang, serta beberapa anak sungai lainnya. Kondisi tanah yang sudah jenuh akibat hujan sebelumnya membuat aliran air semakin cepat meluap.
Pemerintah: Jangan Abaikan Peringatan Dini
Kepala BPBD Aceh Singkil menyampaikan bahwa timnya terus melakukan pemantauan di berbagai titik rawan. Pihaknya juga mengaktifkan posko siaga banjir untuk mengantisipasi laporan warga dan respon cepat jika terjadi keadaan darurat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika hujan terus berlangsung, potensi banjir susulan sangat besar. Jangan abaikan peringatan dini, dan segera lakukan evakuasi mandiri jika air mulai naik,” ujarnya.
BPBD juga meminta warga untuk menghindari aktivitas di tepi sungai, mengevakuasi barang-barang penting sejak dini, serta memperhatikan jalur evakuasi di sekitar pemukiman masing-masing.
Baca Juga: ASDP Layani Tiket Manual Bantu Suplai Gas ke Banda Aceh Selama Penanganan Bencana
Sejumlah Pemukiman Mulai Tergenang
Meski belum terjadi banjir besar seperti yang dialami beberapa waktu lalu, genangan mulai terlihat di beberapa titik rendah, terutama di Kecamatan Singkil, Kuala Baru, dan Singkil Utara. Sejumlah keluarga dikabarkan sudah memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
Warga Diminta Pantau Kondisi Lingkungan
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membersihkan saluran air dan memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat memperburuk kondisi banjir. Pemerintah desa dan relawan setempat bekerja sama membuka saluran-saluran yang tersumbat daun, sampah, dan endapan lumpur.
“Gotong royong sangat membantu mempercepat aliran air agar tidak berkumpul di pemukiman. Dengan bersihnya parit dan drainase, risiko banjir bisa sedikit dikurangi,” kata seorang relawan desa.
Antisipasi Banjir Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Pemerintah daerah juga menyiapkan rencana darurat, termasuk mempersiapkan tempat pengungsian jika situasi memburuk. Logistik dasar seperti makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan kesehatan mulai disiagakan di gudang BPBD.
Tetap Waspada dan Siapkan Evakuasi Mandiri
Dalam situasi cuaca ekstrem seperti sekarang, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materi. Pemerintah Aceh Singkil berharap masyarakat tidak panik namun tetap siap jika sewaktu-waktu banjir melanda.











