Kebutuhan Korban Banjir Aceh Bergeser, PMI Salurkan Perlengkapan Ibadah
Koran Binjai — Kebutuhan Korban Banjir Aceh Setelah menghadapi bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, kebutuhan dasar para korban terus bergeser seiring dengan berjalannya waktu. Setelah sebelumnya korban lebih fokus pada kebutuhan pangan, tempat tinggal, dan pakaian, kini perhatian mulai bergeser kepada kebutuhan spiritual. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh menyalurkan bantuan berupa perlengkapan ibadah bagi korban banjir yang tinggal di pos pengungsian.
Kepala PMI Provinsi Aceh, Irwan Syafri, mengungkapkan bahwa meskipun kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan tetap menjadi prioritas utama, tetapi perlengkapan ibadah juga menjadi hal yang penting bagi banyak pengungsi, terutama di bulan pertama tahun 2026 ini. Banyak pengungsi yang mengungkapkan rasa kehilangan dan kesulitan dalam menjalankan aktivitas ibadah, terutama salat, akibat keterbatasan tempat dan fasilitas yang ada di posko pengungsian.
Pentingnya Perlengkapan Ibadah di Tengah Krisis
Setelah dua minggu lebih masa pengungsian, situasi bagi para korban banjir di Aceh memang masih cukup sulit. Meskipun begitu, banyak pengungsi yang merasa bahwa aspek spiritual dan kegiatan ibadah menjadi sumber ketenangan di tengah penderitaan. “Di tengah kesulitan ini, kami tetap ingin menjalankan ibadah. Salah satu hal yang kami sangat butuhkan saat ini adalah sajadah, Al-Qur’an, dan perlengkapan ibadah lainnya. Itu sangat membantu kami untuk tetap tenang dalam menghadapi ujian ini,” ujar Siti Mariam, salah seorang ibu yang mengungsi di Tanggul Asean, Aceh Timur.
Melihat hal ini, PMI pun menanggapi dengan sigap. Mereka mulai mendistribusikan perlengkapan ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, mukena, dan sejadah travel ke berbagai titik pengungsian yang tersebar di wilayah Aceh Besar, Aceh Timur, dan beberapa daerah lainnya yang terdampak banjir parah. Langkah ini juga sebagai upaya untuk memastikan bahwa korban bencana tetap dapat melaksanakan ibadah dengan baik meskipun berada dalam kondisi yang tidak menentu.
Baca Juga:
Belasan Kecamatan di Bangka Belitung Belum Punya Mapolsek
Distribusi Perlengkapan Ibadah oleh PMI
Dalam beberapa hari terakhir, relawan PMI yang tersebar di berbagai titik pengungsian telah mulai menyalurkan perlengkapan ibadah kepada lebih dari 5.000 keluarga yang terdampak banjir. Relawan PMI bersama dengan petugas lokal bekerja keras untuk mendistribusikan barang-barang ini secara langsung kepada korban yang membutuhkan.
“Selain kebutuhan pangan dan kesehatan, kami juga menyadari bahwa kebutuhan spiritual masyarakat adalah hal yang tak kalah penting. Banyak dari mereka yang ingin tetap menjaga rutinitas ibadah, meskipun dalam kondisi pengungsian. Kami sangat berterima kasih kepada para dermawan yang telah mendukung kami dalam menyediakan perlengkapan ini,” kata Irwan Syafri.
PMI juga menggandeng beberapa organisasi keagamaan lokal dan tokoh masyarakat untuk membantu mendistribusikan bantuan ini secara tepat sasaran. “Kami berusaha agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan warga, terutama dalam hal ibadah, karena itu adalah bagian penting dalam menjaga semangat mereka selama di pengungsian,” tambahnya.
Kebutuhan Lain yang Masih Terus Diperhatikan
Beberapa kebutuhan penting yang masih menjadi fokus antara lain pakaian bersih, makanan siap saji, air bersih, serta obat-obatan.
Selain itu, PMI juga fokus pada pemulihan kesehatan mental korban yang berjuang dengan trauma akibat bencana.
Respons Masyarakat dan Pemerintah Setempat
Bencana banjir yang melanda Aceh telah menimbulkan kepedulian besar dari masyarakat.
Kehadiran PMI dalam Bencana Banjir
Palang Merah Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan bantuan dalam situasi bencana, terutama di Aceh yang kerap dilanda bencana alam. PMI memiliki peran penting dalam penanganan bencana di Indonesia, dengan fokus pada pemberian bantuan kemanusiaan dan pemulihan bagi korban. “Kami terus berusaha untuk menjangkau semua kebutuhan dasar korban, baik fisik maupun mental. PMI akan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban mereka,” ujar Irwan Syafri, mengakhiri.
Harapan untuk Pemulihan
Semangat untuk beribadah dan menjaga ketenangan batin menjadi salah satu cara bagi banyak pengungsi untuk tetap tegar menghadapi cobaan besar ini.











