Gaji Jay Idzes Meledak di Sassuolo, Bikin Bangga Indonesia!
Kabar Binjai Gaji Jay Idzes Kabul bagi pecinta sepak bola Indonesia! Jay Noah Idzes—bek tengah andal dan kapten timnas Indonesia—dilaporkan hampir meroket dalam hal pendapatan. Setelah bergabung dengan klub Serie A, Sassuolo, gajinya menembus €1,1 juta per tahun, atau sekitar Rp20–21 miliar per musim
Lonjakan Drastis: Hampir Empat Kali Lipat
Sebelumnya di Venezia, Jay hanya menerima gaji sekitar €300 ribu per tahun (~Rp5–6 miliar). Kini, angka tersebut melonjak hampir empat kali lipat di level tertinggi sepak bola Italia
Gaji Jay Idzes Kesepakatan Transfer Hingga 2029
Kontraknya di Sassuolo berlangsung hingga 30 Juni 2029, memberikan kepastian karier selama empat musim.
Baca Juga:Prada Lucky Namo Diduga Seorang LGBT, Jadi Motif Penganiayaan, Begini Awal Mula hingga Kronologi
Gaji Jay Idzes Angka Fantastis, Ekspektasi Tinggi
Dengan gaji tahunan senilai Rp20–21 miliar, dalam sebulan Jay bisa memperoleh sekitar Rp1,6 miliar—cukup untuk membeli mobil mewah seperti Mercedes-Benz C‑Class setiap bulan! Ini menambah sorotan pada prestasinya sekaligus menegaskan ekspektasi tinggi fans dan media.
Dampak Positif bagi Bangga Nasional
-
Sejarah Baru: Jay menjadi salah satu pemain Indonesia dengan gaji terbesar di Erop
-
Citra Positif: Jay jadi wajah positif Indonesia di kancah internasional, mengangkat reputasi sepak bola Tanah Air.
Kesimpulan
Putra Indonesia yang lahir di Belanda ini kini membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan talenta luar biasa bisa membuka pintu-pintu besar di liga-liga top Eropa. Gaji meledak nyaris empat kali lipat bukan hanya angka — itu simbol impian yang nyata untuk para pemain muda di Tanah Air.
Kontrak Panjang, Harapan Besar
Sassuolo sendiri rela mengeluarkan dana sekitar €8 juta untuk memboyong Idzes dari Venezia, sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran pemain bertahan Asia Tenggara.
Kebanggaan untuk Indonesia
Langkah besar ini tentu membanggakan banyak pihak di Tanah Air. Banyak netizen menyebut bahwa Idzes kini menjadi “duta bangga sepak bola Indonesia” di Eropa.








