1: Tarian Ratoeh Jaroe Aceh Dirayakan di Akun Resmi Apple – Pada Kamera iPhone 16 Pro Max!
Kabar Binjai Tarian Ratoeh Jaroe Kebanggaan bagi warga Aceh dan Indonesia Tarian tradisional Ratoeh Jaroe tampil gemilang di akun resmi Apple (Instagram & Twitter @apple), disajikan dalam visual sinematik menggunakan perangkat iPhone 16 Pro Max.
Video berdurasi sekitar 90 detik tersebut menampilkan ratusan penari berpakaian elegan—busana serba hitam dengan songket Aceh—melantunkan gerakan khas Ratoeh Jaroe yang gesit dan lokalisik. Penampilannya di platform global Apple memperlihatkan kualitas budaya Aceh sekaligus bukti kehebatan kamera 4K 120 fps Dolby Vision dari iPhone 16 Pro Max. Ini jadi kabar baik sekaligus ajang promosi budaya Nusantara ke audiens internasional.
2: Ketika Ratoeh Jaroe Berbalut Teknologi Apple: Harmoni Budaya dan Sinema iPhone
Di tengah era digital, Ratoeh Jaroe—tarian khas Aceh—baru saja meraih panggung global lewat akun Apple.
Tokoh di balik karya ini adalah Agung Pambudi dari Parallel Studio. Ia tak hanya mengangkat keindahan Ratoeh Jaroe, tapi juga menunjukkan bagaimana teknologi modern mampu menonjolkan seni tradisional terbaik Indonesia. Klip eksklusif ini sudah viral dan meninggalkan kesan mendalam di kancah kreativitas internasional.

Baca Juga: Prabowo Mualem: Mengubah “Rahmat” Menjadi “Nikmat” – Bagian I
3: di Layar Apple: Saat Tradisi Aceh Berbicara Global lewat Teknologi
Apple, lewat feed resmi mereka, menampilkan video Ratoeh Jaroe rendisi Agung Pambudi yang memadukan filmasi premium dengan warisan budaya Aceh.
Apple tidak hanya menyoroti teknologi mereka, tapi memilih budaya tulen Aceh—ini adalah wujud diplomasi budaya digital.
Video ini merupakan bagian dari kampanye Apple yang menonjolkan kemampuan kamera iPhone 16 Pro Max dalam menangkap momen budaya secara sinematik. Dengan teknologi Dolby Vision dan kemampuan merekam video dalam resolusi tinggi, Apple berhasil menyajikan visual budaya Indonesia dalam kualitas gambar yang memukau.
Dengan pengambilan gambar yang sinematik, setiap detail gerakan Ratoeh Jaroe—dari hentakan tangan, irama tubuh yang serempak, hingga ekspresi wajah penari—tampak begitu hidup dan kuat secara emosional.
Perpaduan Budaya dan Teknologi
Dalam video tersebut, penari mengenakan busana hitam dengan aksen kain songket khas Aceh. Nuansa spiritual dan kekompakan kelompok menjadi daya tarik utama tarian ini, menjadikannya berbeda dari tarian daerah lainnya.
Kini, keindahannya kembali menyapa audiens global melalui teknologi dan platform digital.
Dukungan dari Netizen dan Pemerintah
Respons masyarakat pun sangat positif.
Pemerintah Aceh dan Kementerian Pariwisata juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Mereka menyebut ini sebagai bentuk diplomasi budaya yang dapat memperkuat citra Indonesia di mata dunia internasional.





